Gubernur Rudy Lantik 49 Pejabat, Tekankan Integritas dan Kinerja
POSKOTAKALTIMNEWS, SAMARINDA: Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud melantik dan mengambil sumpah/janji 49 pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, terdiri atas Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Pejabat Administrator, dan Pejabat Pengawas. Pelantikan berlangsung di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (28/9/2026).
Gubernur Rudy Mas’ud mengatakan, pelantikan
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan organisasi sekaligus memberikan kesempatan
kepada para pejabat memperoleh pengalaman, memperluas wawasan, serta
meningkatkan kompetensi melalui mekanisme tour of duty.
“Kami menegaskan jabatan bukanlah hadiah,
jabatan bukanlah hak dan bukan tempat untuk mencari kenyamanan. Jabatan adalah
amanah, jabatan adalah tanggung jawab sekaligus juga ujian daripada
integritas,” tegas Rudy Mas’ud.
Menurutnya, pejabat pimpinan tinggi pratama,
administrator, dan pengawas harus bekerja dalam satu garis komando untuk
melayani masyarakat, menjalankan kebijakan pemerintah daerah, serta memastikan
setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami tidak membutuhkan pejabat yang hanya
pandai membuat laporan. Tapi kami betul-betul membutuhkan pejabat yang cepat
mengambil keputusan, berani bertanggung jawab, mampu menyelesaikan masalah dan
hadir ketika masyarakat membutuhkan,” ujarnya.
Karena itu, Gubernur menekankan tiga hal yang
harus menjadi pegangan para pejabat dalam menjalankan amanah, yakni integritas,
loyalitas kepada negara dan pemerintahan, serta profesionalisme.
Sejak dilantik, lanjutnya, para pejabat akan
dinilai berdasarkan kinerja, bukan sekadar jabatan yang diemban. Pejabat yang
menunjukkan prestasi akan diberikan ruang yang lebih besar, sementara mereka
yang lambat dalam mengeksekusi tugas akan dievaluasi.
“Yang bermain-main dengan kewenangan kami
tidak ragu-ragu untuk mengambil tindakan. Mari kita bangun birokrasi Pemprov
Kaltim yang cepat, bersih, responsif dan berorientasi pada hasil. Jangan tunggu
diperintah untuk bekerja dan jangan tunggu masalah menjadi besar baru
bergerak,” tegasnya.
Rudy menjelaskan, pelantikan tersebut juga
merupakan implementasi sistem merit berbasis manajemen talenta. Setiap
penugasan dilakukan dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, potensi, dan integritas
sesuai kebutuhan organisasi.
Melalui manajemen talenta, Pemprov Kaltim
membangun pola pembinaan karier yang lebih terencana, objektif, transparan, dan
berkelanjutan.
“Jangan merasa jabatan adalah tujuan akhir.
Justru jabatan adalah awal dari tanggung jawab. Kami meminta pejabat jangan
bekerja sendiri-sendiri, bangun kekompakan di lingkungan kerja, komunikasi yang
baik dengan pimpinan dan bawahan, serta koordinasi lintas perangkat daerah,”
pesannya.
“Kita bekerja dalam satu pemerintahan dan satu
tujuan. Karena itu, kurangi ego sektoral dan perkuat semangat kolaborasi,”
lanjutnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga
soliditas korps ASN Pemprov Kaltim serta terus meningkatkan kualitas pelayanan
kepada masyarakat.
“Yang pada akhirnya ukuran keberhasilan kita
bukan semata-mata pada jabatan yang kita pegang, tetapi apa yang kita kerjakan
dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Dari 49 ASN yang dilantik, enam di antaranya
merupakan Pejabat Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama. Mereka adalah Andi Muhammad
Ishak sebagai Kepala Dinas Kesehatan, dr Jaya Mualimin sebagai Kepala Dinas
Sosial, Dasmiah sebagai Kepala Bapenda, dr Ariesanty Irawaty Marhabang sebagai
Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD A. W. Sjahranie, Rosjidah Rahmawati
sebagai Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD A. W. Sjahranie, serta dr
Nurliana Adrianti Noor sebagai Wakil Direktur Medik dan Keperawatan RSUD
Kanujoso Djatiwibowo.
Sementara itu, 43 ASN lainnya dilantik sebagai
Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas. Pelantikan dihadiri Forkopimda
Kaltim, Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim Sri Wahyuni, staf ahli gubernur, para
asisten, kepala OPD dilingkup Setdaprov Kaltim.(mar)